0
Judul : The Intern
Sutradara : Comedy
Skenario : Nancy Meyers
Pro duksi : Warner Bros.
Pictures Pemain :
Robert De Niro, Anne Hathaway, Rene Russo
Durasi : 2 jam 1 menit
The Intern
Label:
Film Barat
Kamis, 01 Oktober 2015
Judul : The Intern
Sutradara : Comedy
Skenario : Nancy Meyers
Pro duksi : Warner Bros.
Pictures Pemain :
Robert De Niro, Anne Hathaway, Rene Russo
Durasi : 2 jam 1 menit
BEN Whittaker (Robert De Niro) adalah
pensiunan berusia 70 tahun yang
hilang pegangan setelah kematian istrinya.
Ben tinggal seorang diri di rumahnya
yang resik. Anaknya sudah berkeluarga
dan tinggal di kota lain.
Hari-harinya diisi dengan menyibukkan diri:
ke Starbucks pukul 7 pagi, membeli lasagna
beku porsi satu orang, berlatih yoga dan taichi,
sampai les bahasa Mandarin, tapi tetap saja tak
dapat mengisi kesepiannya.
Pernah dia habiskan
tabungan untuk keliling dunia. Tapi, begitu pulang,
dan tak ada siapa pun yang menyambut di
rumah, kembali Ben merasa kehilangan tujuan
Di sebuah sudut jalan, Ben melihat iklan
“magang senior” untuk toko baju online yang
sedang berkembang pesat, About
the Fit (ATF).
Dia pun melamar.
Ben diterima bersama empat pemagang
senior dan satu junior, dan ditempatkan di
“bagian umum” untuk sang pemilik ATF, Jules
Ostin (Anne Hathaway). Jules adalah perempuan
stylish berusia 30-an yang bergerak cepat.
Dia bahkan naik sepeda di dalam kantor demi
menghemat waktu. Kadang ikut menerima
telepon keluhan pelanggan untuk sekadar mengecek
basis kliennya, dan memeriksa detail
tampilan website. Jules pun pulang paling akhir.
Kerjanya yang sangat sibuk itu memicu konflik
di keluarga. Ibunya mencereweti agar dia
tidur cukup, suaminya (yang bapak rumah
tangga) resah seiring dengan makin besarnya
perusahaan Jules, dan makin sedikit waktu
bersama putrinya yang masih TK. Belakangan,
ketahuan kalau sang suami berselingkuh.
Dalam keadaan demikianlah Ben masuk kehidupan
Jules dan mengenal keluarga bos barunya
ini. Akankah Ben menggunakan kebijaksa-naannya untuk ikut menyelesaikan
masalah pekerjaan dan keluarga
Jules, sekaligus menemukan arti
baru dalam hidupnya sendiri?
Dengan cerita dan alur yang standar,
The Intern bisa tampil menggigit
dan sejalan
dengan perkembangan
dunia kerja terbaru. Jangan tertukar
film ini dengan The Internship yang
diperankan Owen Wilson dan Vince
Vaughn pada 2013.
The Intern mengeluarkan humor
dan kesedihan yang sama porsinya, dengan
tone mewah dan lembut. Suguhannya “sesuai
yang dijanjikan”, tak kurang, tak lebih.
Bukan
berarti karya ini buruk, melainkan pelajaran
yang dapat dipetik, perasaan yang diperoleh,
dan kebijaksanaan yang tersampaikan setara
dengan tiket yang dibeli untuk menonton sebuah
film komedi.
Film ini bagai selimut tebal yang membungkus
kita dalam sebuah pelukan nyaman. Jadi
jangan bertanya mengapa film ini tidak dibuat
lebih kasar, lebih tangguh, dan lebih cerdas,
karena memang demikianlah idealnya.
Naskah Meyers punya tone mantap dan
menikung di tempat yang tak disangka-sangka.
Misalnya dia menyelipkan adegan e-mail salah
kirim yang lucu, padahal jika diperhatikan, tidak
bersambungan ke adegan sebelum maupun sesudahnya.
Jika pernah menonton Something’s Gotta
Give (2003), It’s Complicated (2009), What
Women Want (2000), The Parent Trap (1998),
atau The Holiday (2006), Anda akan paham
mengapa Meyers membuat The Intern seperti
ini. Termasuk subplot masuknya seorang pemijat
profesional (masseur), Fiona (Renee Russo),
yang menarik perhatian Ben.
Walau skenarionya sedikit datar dan standar,
syukurlah aktris-aktornya mengeksekusi kewajiban
mereka dengan cukup baik. De Niro
memainkan karakter nyata dan bisa kita temui
setiap hari, bukan sekadar kumpulan “akting
hebat” dan ekspresi wajah yang kuat. Melihat
Ben menyetir mobil untuk Jules dalam posisi
sopir dan penumpang sambil mengeluarkan
satu-dua kalimat bijak, kita seperti diingatkan
pada peran ikonis De Niro di Taxi Driver (1976)
bersama Jodie Foster.
Hathaway juga memberikan setiap momen
dan kalimat dengan apik, sampai-sampai tak
tega melihatnya menangis hingga merah seluruh
wajahnya.
Sinematografer Stephen Goldblatt (The Help
dan Get on Up) membuat tampilan cantik,
meski terlalu teratur dan rapi, hingga karakterkarakternya
terasa seperti berjalan melalui area
ruang pamer furnitur mewah.
The Intern anggun, mulus tanpa cacat, tapi
masih kurang di unsur tegangan dan percikan
semangat yang membuatnya hidup, kecuali
momen ketika Ben dan Jules berseberangan
paham. Pada akhirnya, memang Hathaway dan
De Niro yang menuntaskan tugas menghibur
penonton, bukan Meyers si sutradara atau
Meyers si penulis skenario. ■
0
Judul: Lily Bunga Terakhirku
Gendre: psycho-thriller
Sutradara: Indra Birowo
Skenario: Priesnanda Dwi Satria, Ilya Sigma
Lily Bunga Terakhirku
Label:
Film Indonesia
Senin, 21 September 2015
Judul: Lily Bunga Terakhirku
Gendre: psycho-thriller
Sutradara: Indra Birowo
Skenario: Priesnanda Dwi Satria, Ilya Sigma
JANGAN terkecoh oleh judul yang
mirip drama cinta garing. Jangan juga
terpengaruh oleh poster yang standar,
sestandar-standarnya film Indonesia.
Indra Birowo punya kado bagus untuk penonton
film Indonesia.
Bercerita tentang Tura, yang hidupnya berhenti
saat menyaksikan ibunya tewas setelah
diperkosa dua lelaki yang menyusup ke rumah.
Dia masih bocah kala itu, tak dapat melakukan
apa-apa selain bersembunyi dan menahan supaya
tangisnya tak bersuara. Setelah dua lelaki itu
pergi, seorang diri Tura menguburkan ibunya di
halaman rumah.
Hingga dewasa, Tura (Baim Wong) tetap
tinggal di rumah pegunungan itu, mengurus
kebun bunga warisan ibunya dan menjualnya
dalam bentuk karangan bunga. Salah satu pelanggan adalah Bunda (Wulan Guritno), yang
mengelola usaha prostitusi kelas atas di sebuah
rumah mewah. Tura sendiri yang mengantar
bunga-bunganya.
Setiap bunga datang, Bunda akan memilihkan
satu kuntum lili untuk disematkan di dada
Lily (Salvita Decorte), salah seorang “anak”-nya
yang juga primadona di kalangan pelanggan.
Namun, pada kedatangan Tura yang kesekian
kali, Lily ingin Tura-lah yang memilih dan menyematkan bunga lili di dadanya.
Tura, yang terus dibayang-bayangi trauma
masa lalu, masih belum berdamai dengan
keadaan. Dia tak henti menyalahkan dirinya
lantaran tak berbuat apa-apa ketika sang ibu
sedang sangat butuh bantuan.
Tura menempuh jalan sendiri dan rahasia:
dia meringkus tiap ada pemerkosa yang jadi
buron, lalu dibawa ke gudang di belakang
rumah. Dan dalam keadaan babak-belur dantubuh terikat ke brankar, pemerkosa itu dicekoki ramuan maut bunga trompet, lalu brankar didorong
ke dalam kamar gas. Api pun dinyalakan. Whussss….
Abu jenazah dikumpulkan,dipakai sebagai pupuk, sebagaimana ibunya pernah mengajarkan
pupuk terbaik adalah benda yang
pernah hidup. Pemerkosa yang
jadi buron lenyap sudah, berubah
wujud jadi bunga-bunga yang
cantik dan subur.
Lily mendapat klien orang penting (Tanta
Ginting) yang, menurut Bunda, sangat menentukan
masa depan bisnisnya. Dia memperlakukan
Lily dengan sangat kasar, bahkan memperkosanya.
Namun Bunda tak mau merisikokan
bisnisnya, dan meminta Lily kembali ke kamar
untuk melayani klien penting ini.
Kedekatan Lily dengan Tura seperti ruas
bertemu buku. Mereka sama-sama merasa
menemukan jalan keluar atas masalah mereka
pada diri orang di hadapannya.
Debut Indra Birowo sebagai sutradara film
layar lebar patut dipuji. Indra keluar dari stereotipe
yang menempel pada nama besarnya
sebagai komedian untuk membuat film “nyeleneh”
yang bergenre psycho-thriller.
Plot dan visualnya terasa sekali seperti film-film Eropa yang “tak banyak tingkah”,
hanya berfokus pada cerita dan menciptakan
karakter yang kuat. Tengok saja setnya
yang cuma dua, di rumah Tura dan di rumah
Bunda. Karakter utamanya juga tiga itu saja:
Tura, Lily, dan Bunda.
Namun penonton akan dibuat betah duduk
hingga film habis tanpa merasa bosan. Dialognya
diperhatikan benar kecuali satu-dua yang
lolos, seperti kebiasaan Baim Wong bilang
“ya?” tiap jeda kalimat.
Bahkan panggilan “bunda” untuk karakter
yang dimainkan Wulan Guritno juga sudah
dipertimbangkan masak-masak, bukan sekadar
ingin beda dari profesi germo lain yang identik
dengan sapaan “mami”.
Indra diuntungkan karena didukung pemain
yang punya wawasan akting bagus sehingga,
ketika disodori peran, bisa dengan mudah
mencerna, mudah mengembangkan karakter,
dan improvisasi tidak lari ke mana-mana. Chemistry
antarpemain pun kuat terasa.
Baim Wong, yang biasanya berperan sebagai
tokoh protagonis yang lembut, romantis, dan religius, kini membuktikan mampu bermain
sebagai psikopat. Dari sosok penyayang yang
lembut seketika berubah jadi obsesif dan kejam.
Salvita Decorte, yang berlatar belakang
model, di sini berperan sebagai penjaja seks
kelas atas yang memberontak ingin lepas dari
pekerjaan itu. Di antara gelontoran film drama
percintaan ala FTV, religi (padahal ujung-ujungnya
drama percintaan juga), dan komedi, film
ini menawarkan racikan yang beda. Sedap. ■
SILVIA
0
Black Mass
Label:
Film Barat
SETELAH kelamaan berlibur di Karibia,
Johnny Depp akhirnya kembali
bermain serius. Kali ini di Black Mass,
yang diangkat dari kisah nyata gangster
besar yang sarat adegan pembunuhan,
penyiksaan, pengkhianatan, dan balas dendam.
Semua berangkat dari kerja sama rahasia antara
geng kriminal kelas atas Boston dan FBI.
Winter Hill Gang milik James “Whitey” Bulger
(Johnny Depp) adalah penguasa Boston Selatan,
tak lama setelah Bulger dibebaskan dari satu
dekade hukuman penjara federal, termasuk Alcatraz.
Geng ini menjalankan bisnis pemerasan,
penipuan, narkoba, hingga pencucian uang.
Adik Bulger, Billy (Benedict Cumberbatch),
yang merupakan senator paling berpengaruh
di Negara Bagian Massachusetts, menutup
mata atas sepak terjang abangnya. Satu-satunya
yang tak dapat Bulger kontrol adalah takdir
atas anak tunggalnya, bocah laki-laki berusia 6
tahun yang mati akibat reaksi alergi suntikan.
Ditambah dengan kematian ibunya, kegembiraan
hilang dari wajah Bulger..
Pada 1975, FBI mengajaknya “kerja sama”
menggulung mafia Italia, keluarga Angiulo,
yang menguasai Boston Utara. Tentu saja Bulger
tak menolak, karena mengalahkan Angiulo
berarti tiket untuk menguasai seluruh Boston.
Informasi yang dia berikan kepada agen FBI,
John Connolly (Joel Edgerton), membuat Angiulo
dapat diringkus. Seluruh Boston kini milik
Bulger. Connolly, yang tak lain kawan masa
kecil, dia jadikan “Yes Man”-nya..
Dari preman kampung di kawasan kumuh
Boston, Winter Hill Gang jadi gangster besar
karena operasinya dilindungi FBI. Mereka
berlanjut membunuh sejumlah pengusaha
berpengaruh seiring ambisi Bulger yang ingin meluaskan usaha di luar Boston,
yang artinya sudah di luar perjanjian
rahasia dengan FBI. Keberatan
Connolly tak diindahkan.
Sementara itu, di kalangan internal
FBI baru saja terjadi pergantian
pimpinan. Bos baru ini dikenal lurus
dan tak kenal ampun. Segera dia
mengendus ada yang tak beres
dengan Connolly serta cara FBI
menangani Winter Hill Gang dan
Bulger..
Setelah mendapat nominasi pertama Oscar
sebagai Aktor Terbaik dalam Pirates of the
Caribbean (2003), Johnny Depp seakan-akan
terkubur dalam karakter Jack Sparrow melalui
tiga sekuel Pirates (yang ke-4 disiapkan untuk
2017)..
Banyak bakatnya jadi tersia-sia. Padahal Sparrow
diterima publik tak lebih sebagai pengisi
kekosongan akibat absen panjang Indiana
Jones yang tanpa pengganti. Peran yang lebih
“konvensional” di The Tourist (2010) dan Transcendence
(2014) tak lebih dari perilaku bunglon.
Black Mass mesti menggantikan semua itu.
Dalam film baru ini, Depp sekali lagi memakai
kulit lateks dan wig metamorfis agar sebisa
mungkin mendekati kondisi nyata. Rambut
pirang tipis disisir ke belakang, gigi menghitam,
dan bola mata biru (menggunakan contact lens)..
Jaket kulit hitam menguatkan pengaruhnya,
kalung rantai emas melingkari leher, kacamata
hitam aviator menggantikan topi fedora khas
gangster, dan bayang-bayang para aktor di
fasad yang dingin. Terasa sekali ikatan tak kasatmata
ke tonggak film-film gangster, seperti
Goodfellas (1990), Carlito’s Way (1993), The Departed (2006), dan Donnie Brasco (1997) yang
dimainkan Depp..
Dia menyelam hingga ke dasar untuk memerankan
sosok James “Whitey” Bulger, gembong
penjahat Boston Selatan dari era 1970-an hingga
1994, disusul jadi buron selama 16 tahun.
Dari puluhan nama, Bulger hanya dikalahkan
Usamah bin Ladin dalam daftar Sepuluh Paling
Dicari FBI..
Sutradara Scott Cooper tak pernah memaksa
Depp untuk “berakting”. Tak ada momen
ledakan emosi ala Al Pacino, tak ada akting
membanting-banting tak masuk akal seperti
Pesci. Bulger menghadapi kehilangan yang
berat dengan menggemeretakkan gigi dan
membalikkan meja, tak pernah berlebihan.
Sewaktu Bulger tanpa ekspresi menembakkan peluru ke arah anggota geng yang tak sepakat
atau mencekik musuh dengan tangan kosong,
dia jadi sesosok malaikat maut yang metodikal
dan sadar benar apa yang dilakukannya.
Cooper melipatgandakan adegan kekerasan
guna mendapat impact visual yang tajam dan
menunjukkan bagaimana realisme jalanan. Dia
menghindari tindakan ekstrem dan bentuk
adegan potong-cepat seperti yang sekarang
sedang jadi tren. .
Namun khusus beberapa adegan kunci dramatis
dalam ruang, Cooper tampaknya mendekati
penampilan film-film Godfather, dengan
cara kerja yang sangat mirip Coppola. Komposisinya
dimulai secara hati-hati, shot-shot keren
dibuat dengan keketatan yang tak biasa, dan
close-up-nya terjaga..
Mark Mallouk dan Jez Butterworth menulis
skenario berdasarkan testimonium anak buah
lama Bulger setelah mereka ditahan dan saat
bos mereka jadi buron. Komentar mereka tak
bertentangan, bahwa Bulger adalah penjahatnya
penjahat, orang paling jahat di Boston.
Tindakannya benar-benar mengerikan. Dia bisa
memberi perintah tanpa satu kata pun kepada
anggota geng..
Setelah akhirnya tertangkap pada usia 80-
an, Bulger divonis dua kali hukuman penjara
seumur hidup plus lima tahun setelah didakwa
19 kasus pembunuhan, pemerasan, penipuan,
penjualan narkoba, dan pencucian uang.
Aktor-aktor pendukung membuat penampilan
Depp makin bersinar, yakni Adam Scott
dan Kevin Bacon sebagai agen federal, serta
Corey Stoll sebagai jaksa federal yang bertekad mengalahkan Bulger. Cumberbatch demikian
elegan sebagai adik Bulger yang berhasil keluar
dari daerah kumuh, punya sembilan anak, dalam
jangka panjang mengabdi sebagai Presiden Senat
Massachusetts, lalu jadi Presiden University
of Massachusetts. Kali ini tak ditemui Cumberbatch
beraksen Inggris. .
Depp sekarismatik karakternya, meyakinkan
dan mengerikan. Insting Depp untuk mengamati,
menjaga, dan memperkaya sesuatu, lalu dikeluarkan
saat dibutuhkan, mendapat ganjaran besar
di sini. Penampilannya jauh lebih meyakinkan
dibanding peran gangster sebelumnya, sebagai
John Dillinger dalam Public Enemies (2009) garapan
Michael Mann. Salah satu yang terbaik dalam
kariernya, dan klasik (Silvia G.)
0
Film Azumi bercerita tentang sekelompok anak muda yang sejak kecil dididik untuk menjadi pembunuh oleh seorang samurai. Salah satu dari anak-anak muda tersebut adalah Azumi (Aya Ueto), yang juga merupakan satu-satunya perempuan di kelompok itu. Ibunya meninggal saat ia masih kecil karena dibunuh, sejak itu ia diasuh oleh si samurai itu. Bersama-sama dengan 9 kawannya, sejak kecil Azumi dididik bela diri serta ilmu pedang. Lalu pada suatu hari, sang guru (yang dipanggil Jiji) akhirnya memberikan suatu tugas pada mereka, yaitu membunuh 3 orang penguasa klan toyotomi yang pada saat itu bermaksud untuk mengadakan perang (detailnya saya gak begitu ngerti). Sebelum misi tersebut dijalankan, sang guru memberi tantangan pada mereka. Mereka disuruh berpasangan dengan teman yang paling mereka sukai, dan saling membunuh. Yang hidup, itulah yang akan melanjutkan misi mereka (ini juga salah satu cara agar mereka sanggup menjadi pembunuh berdarah dingin). Awalnya mereka hanya diam saja, tidak tahu harus berbuat apa. Lalu, Ukiha (Narimiya Hiroki) menuruti perintah gurunya dan menjadi yang pertama melakukan tugas itu, dengan membunuh pasangannya. Akhirnya pertarungan antara para sahabat itu dimulai. Azumi yang sebenarnya menaruh hati pada Nachi (Shun Oguri) yang merupakan pasangannya, awalnya hanya mampu diam dan tak mampu berbuat apa-apa. Namun, akhirnya ia terpaksa membunuh Nachi karena Nachi memulai serangannya. Akhirnya, dari kesepuluh orang itu tersisa lima orang. Dengan perasaan pilu karena mereka terpaksa membunuh sahabatnya sendiri, misi pun dimulai. Bersama jiji, sang guru, mereka memulai tugas mereka untuk membunuh tiga orang penguasa ini: Nagamasa Asano, Kiyomasa Kato, dan Sanada Masayuki (btw mereka ini adalah tokoh-tokoh nyata yang ada dalam sejarah Jepang). Tentunya misi ini tidaklah mudah untuk dijalankan, apalagi para penguasa ini dilindungi oleh banyak prajurit serta pembunuh-pembunuh handal, seperti Saru, Bijomaru (Joe Odagiri), dan yang lainnya. Jadi, bagaimana selanjutnya? Apakah Azumi dan kawan-kawannya akan berhasil menjalankan misi tersebut? Siapakah yang akan tetap bertahan hidup?
My Opinion:
Film ini termasuk film action jepang yang bagus sekali. Pertempurannya hebat, luar biasa, sekaligus bikin tegang juga. Ceritanya juga menurut saya bagus, apalagi di sini juga kita diperlihatkan pada perasaan-perasaan yang berkecamuk di hati Azumi. Di satu sisi, dengan penurutnya ia menjalankan tugasnya sebagai pembunuh, namun di sisi lain masih ada rasa kemanusiaan dalam dirinya. “Guru, apa benar orang-orang yang kita bunuh adalah orang jahat?” itu adalah salah satu pertanyaan yang menurut saya lumayan nancep. Melihat banyaknya prajurit yang melindungi para penguasa itu dibunuh oleh Azumi dkk, bikin saya bertanya-tanya hal sama juga. Emang bener ya mereka semua itu jahat? Bisa saja kan mereka bekerja pada penguasa itu karena terpaksa untuk menghidupi keluarganya? Hal itulah yang dipikirkan Azumi. Saat bertemu dengan Yae, gadis manis yang merupakan seorang pemain sandiwara yang teman-temannya dibunuh oleh pembunuh yang mengincar Azumi dkk, ia mulai merasakan kebimbangan. Yae mengajaknya untuk hidup normal bersamanya dan berhenti menjadi pembunuh. Azumi pun mulai berpikir untuk hidup normal seperti orang-orang biasa. Namun, serangan orang-orang jahat yang menimpa mereka menyadarkan Azumi bahwa takdir memang kejam. Ia menyadari bahwa menjadi pembunuh adalah takdirnya, dan kemana pun ia pergi, takdir itu selalu memburunya dan ia tidak akan bisa kabur lagi.
Buat akting pemainnya juga bagus-bagus. Aya Ueto sukses memerankan Azumi, samurai cantik yang sangat mahir memainkan pedangnya. Ekspresinya waktu membunuh bagus sekali. Apalagi pas adegan akhir, ketika dia sendirian membunuh ratusan orang itu (yang agak gak masuk akal juga sih, tapi karena ini film, telen aja lah). Saya juga suka sama Hiroki Narimiya di sini sebagai Kiha yang paling total dalam menjalankan tugasnya dan sangat setia pada gurunya. Cakep deh dia di sini XD. Yang perlu dikasih empat jempol aktingnya di sini tentu saja Odagiri Joe, yang berperan sebagai Bijomaru, seorang pembunuh yang menjadi musuh Azumi dkk. Sumpah, aktingnya psycho banget di sini, udah gitu wajahnya cukup cantik lagi.
Film Azumi 1 (2003) ini masih ada lanjutannya, yaitu Azumi 2: Death or Love. Di film ini Azumi melanjutkan misinya yang belum selesai di film pertama, mungkin film keduanya akan saya review juga kapan-kapan.
Azumi 1
Label:
Film Jepang
Jumat, 22 Mei 2015
Film Azumi bercerita tentang sekelompok anak muda yang sejak kecil dididik untuk menjadi pembunuh oleh seorang samurai. Salah satu dari anak-anak muda tersebut adalah Azumi (Aya Ueto), yang juga merupakan satu-satunya perempuan di kelompok itu. Ibunya meninggal saat ia masih kecil karena dibunuh, sejak itu ia diasuh oleh si samurai itu. Bersama-sama dengan 9 kawannya, sejak kecil Azumi dididik bela diri serta ilmu pedang. Lalu pada suatu hari, sang guru (yang dipanggil Jiji) akhirnya memberikan suatu tugas pada mereka, yaitu membunuh 3 orang penguasa klan toyotomi yang pada saat itu bermaksud untuk mengadakan perang (detailnya saya gak begitu ngerti). Sebelum misi tersebut dijalankan, sang guru memberi tantangan pada mereka. Mereka disuruh berpasangan dengan teman yang paling mereka sukai, dan saling membunuh. Yang hidup, itulah yang akan melanjutkan misi mereka (ini juga salah satu cara agar mereka sanggup menjadi pembunuh berdarah dingin). Awalnya mereka hanya diam saja, tidak tahu harus berbuat apa. Lalu, Ukiha (Narimiya Hiroki) menuruti perintah gurunya dan menjadi yang pertama melakukan tugas itu, dengan membunuh pasangannya. Akhirnya pertarungan antara para sahabat itu dimulai. Azumi yang sebenarnya menaruh hati pada Nachi (Shun Oguri) yang merupakan pasangannya, awalnya hanya mampu diam dan tak mampu berbuat apa-apa. Namun, akhirnya ia terpaksa membunuh Nachi karena Nachi memulai serangannya. Akhirnya, dari kesepuluh orang itu tersisa lima orang. Dengan perasaan pilu karena mereka terpaksa membunuh sahabatnya sendiri, misi pun dimulai. Bersama jiji, sang guru, mereka memulai tugas mereka untuk membunuh tiga orang penguasa ini: Nagamasa Asano, Kiyomasa Kato, dan Sanada Masayuki (btw mereka ini adalah tokoh-tokoh nyata yang ada dalam sejarah Jepang). Tentunya misi ini tidaklah mudah untuk dijalankan, apalagi para penguasa ini dilindungi oleh banyak prajurit serta pembunuh-pembunuh handal, seperti Saru, Bijomaru (Joe Odagiri), dan yang lainnya. Jadi, bagaimana selanjutnya? Apakah Azumi dan kawan-kawannya akan berhasil menjalankan misi tersebut? Siapakah yang akan tetap bertahan hidup?
My Opinion:
Film ini termasuk film action jepang yang bagus sekali. Pertempurannya hebat, luar biasa, sekaligus bikin tegang juga. Ceritanya juga menurut saya bagus, apalagi di sini juga kita diperlihatkan pada perasaan-perasaan yang berkecamuk di hati Azumi. Di satu sisi, dengan penurutnya ia menjalankan tugasnya sebagai pembunuh, namun di sisi lain masih ada rasa kemanusiaan dalam dirinya. “Guru, apa benar orang-orang yang kita bunuh adalah orang jahat?” itu adalah salah satu pertanyaan yang menurut saya lumayan nancep. Melihat banyaknya prajurit yang melindungi para penguasa itu dibunuh oleh Azumi dkk, bikin saya bertanya-tanya hal sama juga. Emang bener ya mereka semua itu jahat? Bisa saja kan mereka bekerja pada penguasa itu karena terpaksa untuk menghidupi keluarganya? Hal itulah yang dipikirkan Azumi. Saat bertemu dengan Yae, gadis manis yang merupakan seorang pemain sandiwara yang teman-temannya dibunuh oleh pembunuh yang mengincar Azumi dkk, ia mulai merasakan kebimbangan. Yae mengajaknya untuk hidup normal bersamanya dan berhenti menjadi pembunuh. Azumi pun mulai berpikir untuk hidup normal seperti orang-orang biasa. Namun, serangan orang-orang jahat yang menimpa mereka menyadarkan Azumi bahwa takdir memang kejam. Ia menyadari bahwa menjadi pembunuh adalah takdirnya, dan kemana pun ia pergi, takdir itu selalu memburunya dan ia tidak akan bisa kabur lagi.
Buat akting pemainnya juga bagus-bagus. Aya Ueto sukses memerankan Azumi, samurai cantik yang sangat mahir memainkan pedangnya. Ekspresinya waktu membunuh bagus sekali. Apalagi pas adegan akhir, ketika dia sendirian membunuh ratusan orang itu (yang agak gak masuk akal juga sih, tapi karena ini film, telen aja lah). Saya juga suka sama Hiroki Narimiya di sini sebagai Kiha yang paling total dalam menjalankan tugasnya dan sangat setia pada gurunya. Cakep deh dia di sini XD. Yang perlu dikasih empat jempol aktingnya di sini tentu saja Odagiri Joe, yang berperan sebagai Bijomaru, seorang pembunuh yang menjadi musuh Azumi dkk. Sumpah, aktingnya psycho banget di sini, udah gitu wajahnya cukup cantik lagi.
Film Azumi 1 (2003) ini masih ada lanjutannya, yaitu Azumi 2: Death or Love. Di film ini Azumi melanjutkan misinya yang belum selesai di film pertama, mungkin film keduanya akan saya review juga kapan-kapan.
0
Pretty Woman merupakan sebuah film Amerika Serikat yang dirilis pada tahun 1990. Film yang disutradarai oleh Garry Marshall ini pemainnya antara lain ialah Richard Gere, Julia Roberts, dan lain-lain. Tanggal rilisnya pada 23 Maret 1990.
Kisah berawal ketika Vivian mengusulkan kepada Edward agar membawanya untuk memandu pengusaha tersebut dengan sejumlah bayaran lantaran tertarik pada mobil sport milik kawan Edward yang dipinjam pengusaha tersebut. Rupanya Vivian tahu banyak soal mobil sehingga membuat Edward terkesan. Akhirnya Edward mengundang Vivian untuk melewatkan malam di hotel bersamanya.
Ternyata Edward dan Vivian menyukai satu sama lain dan menikmati kebersamaan mereka. Padahal latar belakang mereka sangat berbeda bagaikan langit dan bumi, Edward Lewis adalah pengusaha kaya yang tidak kenal belas kasihan dalam spesialisasinya, yakni mengambil alih perusahaan-perusahaan dengan harga murah dan menjualnya sepotong demi sepotong dengan harga yang mahal. Sedangkan Vivian Ward yang datang dari kota kecil namun tidak punya keahlian satupun lantaran drop out dari sekolah menengahnya, akhirnya terpaksa menjadi pelacur untuk menyambung hidupnya di Los Angeles.
Edward yang begitu menikmati kehadiran Vivian sehingga tidak mau pertemuan mereka berakhir begitu saja. Kebetulan ia membutuhkan seorang wanita yang dapat mendampinginya dalam berbagai acara pesta bisnis maupun sosial, sehingga menawarkan Vivian agar menjadi escort-nya dengan imbalan bayaran sebesar US$ 3.000, pakaian mahal yang bercita rasa tinggi serta mengunjungi opera.
Tentu Vivian menerima tawaran tersebut, namun masalahnya ia adalah gadis udik yang tidak mengenal tata aturan kelas elit. Oleh karena itu, manajer hotel Edward yakni Bernard "Barney" Thompson diminta untuk melatih Vivian bagaimana menempatkan diri dalam berbagai situasi, berdandan, mengikuti berbagai aturan yang harus dipatuhi agar Vivian dapat menjadi wanita anggun serta berkelas. Yang unik adalah perubahan sikap Barney yang tadinya begitu curiga atas kehadiran Vivian di hotel mahalnya, akhirnya menganggapnya seperti keponakannya sendiri.
Ternyata usaha Barney dapat dikatakan cukup berhasil sehinggga Vivian tidak lagi menjadi wanita kampungan dan dapat menemani Edward dalam berbagai acara. Hari demi hari berlalu ternyata hubungan mereka tidak lagi terbatas pada rasa suka belaka, namun telah tumbuh menjadi perasaan yang lebih dalam, yakni cinta. Selain itu, kebersamaan mereka telah mempengaruhi satu sama lain seperti Edward makin lama makin lembut hatinya dan telah berkurang sikap tidak kenal belas kasihan, sedangkan bagi Vivian adalah kesempatan kedua untuk memulai hidup baru.
Tetapi timbul masalah karena Vivian dikenali oleh salah satu rekan bisnis Edward sebagai pelacur yang ternyata pernah dikencaninya sehingga menimbulkan suasana tidak mengenakkan di antara Vivian dan Edward. Apalagi Edward tampak seolah mengingkari adanya perasaan cinta di antara keduanya. Akibatnya Vivian merasa tersinggung atas sikap Edward yang seperti melecehkan dirinya. Selain karena merasa masih mempunyai harga diri, maka ia pergi meninggalkan tanpa mengambil imbalannya. Tidak hanya itu, Vivian juga meninggalkan pekerjaan haramnya untuk kembali ke jalan lurus.
Bagaimana sikap Edward dalam menghadapi kepergian Vivian yang sebenarnya dicintainya dari hidupnya ? Lalu apakah mereka memang ditakdirkan untuk tidak menyatu ? Jangan Anda lewatkan film komedi romantis yang berhasil melejitkan karier Julia Roberts ke jajaran artis papan atas Hollywood dan juga berhasil memperlihatkan kematangan akting Richard Gere yang selama ini dianggap sebagai simbol seks belaka. Apalagi film "Pretty Woman" ini berhasil mencetak box office dalam peredarannya di Amerika Serikat maupun dunia serta memperoleh pujian dari para kritikus.
Pemain
Julia Roberts sebagai Vivian Ward
Richard Gere sebagai Edward Lewis
Ralph Bellamy sebagai James Morse
Jason Alexander sebagai Philip Stuckey
Laura San Giacomo sebagai Kit De Luca
Alex Hyde-White sebagai David Morse
Amy Yasbeck sebagai Elizabeth Stuckey
Elinor Donahue sebagai Bridget
Hector Elizondo sebagai Bernard Thompson
Judith Baldwin sebagai Susan
Pretty Women
Label:
Film Barat
Selasa, 19 Mei 2015
Pretty Woman merupakan sebuah film Amerika Serikat yang dirilis pada tahun 1990. Film yang disutradarai oleh Garry Marshall ini pemainnya antara lain ialah Richard Gere, Julia Roberts, dan lain-lain. Tanggal rilisnya pada 23 Maret 1990.
Kisah berawal ketika Vivian mengusulkan kepada Edward agar membawanya untuk memandu pengusaha tersebut dengan sejumlah bayaran lantaran tertarik pada mobil sport milik kawan Edward yang dipinjam pengusaha tersebut. Rupanya Vivian tahu banyak soal mobil sehingga membuat Edward terkesan. Akhirnya Edward mengundang Vivian untuk melewatkan malam di hotel bersamanya.
Ternyata Edward dan Vivian menyukai satu sama lain dan menikmati kebersamaan mereka. Padahal latar belakang mereka sangat berbeda bagaikan langit dan bumi, Edward Lewis adalah pengusaha kaya yang tidak kenal belas kasihan dalam spesialisasinya, yakni mengambil alih perusahaan-perusahaan dengan harga murah dan menjualnya sepotong demi sepotong dengan harga yang mahal. Sedangkan Vivian Ward yang datang dari kota kecil namun tidak punya keahlian satupun lantaran drop out dari sekolah menengahnya, akhirnya terpaksa menjadi pelacur untuk menyambung hidupnya di Los Angeles.
Edward yang begitu menikmati kehadiran Vivian sehingga tidak mau pertemuan mereka berakhir begitu saja. Kebetulan ia membutuhkan seorang wanita yang dapat mendampinginya dalam berbagai acara pesta bisnis maupun sosial, sehingga menawarkan Vivian agar menjadi escort-nya dengan imbalan bayaran sebesar US$ 3.000, pakaian mahal yang bercita rasa tinggi serta mengunjungi opera.
Tentu Vivian menerima tawaran tersebut, namun masalahnya ia adalah gadis udik yang tidak mengenal tata aturan kelas elit. Oleh karena itu, manajer hotel Edward yakni Bernard "Barney" Thompson diminta untuk melatih Vivian bagaimana menempatkan diri dalam berbagai situasi, berdandan, mengikuti berbagai aturan yang harus dipatuhi agar Vivian dapat menjadi wanita anggun serta berkelas. Yang unik adalah perubahan sikap Barney yang tadinya begitu curiga atas kehadiran Vivian di hotel mahalnya, akhirnya menganggapnya seperti keponakannya sendiri.
Ternyata usaha Barney dapat dikatakan cukup berhasil sehinggga Vivian tidak lagi menjadi wanita kampungan dan dapat menemani Edward dalam berbagai acara. Hari demi hari berlalu ternyata hubungan mereka tidak lagi terbatas pada rasa suka belaka, namun telah tumbuh menjadi perasaan yang lebih dalam, yakni cinta. Selain itu, kebersamaan mereka telah mempengaruhi satu sama lain seperti Edward makin lama makin lembut hatinya dan telah berkurang sikap tidak kenal belas kasihan, sedangkan bagi Vivian adalah kesempatan kedua untuk memulai hidup baru.
Tetapi timbul masalah karena Vivian dikenali oleh salah satu rekan bisnis Edward sebagai pelacur yang ternyata pernah dikencaninya sehingga menimbulkan suasana tidak mengenakkan di antara Vivian dan Edward. Apalagi Edward tampak seolah mengingkari adanya perasaan cinta di antara keduanya. Akibatnya Vivian merasa tersinggung atas sikap Edward yang seperti melecehkan dirinya. Selain karena merasa masih mempunyai harga diri, maka ia pergi meninggalkan tanpa mengambil imbalannya. Tidak hanya itu, Vivian juga meninggalkan pekerjaan haramnya untuk kembali ke jalan lurus.
Bagaimana sikap Edward dalam menghadapi kepergian Vivian yang sebenarnya dicintainya dari hidupnya ? Lalu apakah mereka memang ditakdirkan untuk tidak menyatu ? Jangan Anda lewatkan film komedi romantis yang berhasil melejitkan karier Julia Roberts ke jajaran artis papan atas Hollywood dan juga berhasil memperlihatkan kematangan akting Richard Gere yang selama ini dianggap sebagai simbol seks belaka. Apalagi film "Pretty Woman" ini berhasil mencetak box office dalam peredarannya di Amerika Serikat maupun dunia serta memperoleh pujian dari para kritikus.
Pemain
Julia Roberts sebagai Vivian Ward
Richard Gere sebagai Edward Lewis
Ralph Bellamy sebagai James Morse
Jason Alexander sebagai Philip Stuckey
Laura San Giacomo sebagai Kit De Luca
Alex Hyde-White sebagai David Morse
Amy Yasbeck sebagai Elizabeth Stuckey
Elinor Donahue sebagai Bridget
Hector Elizondo sebagai Bernard Thompson
Judith Baldwin sebagai Susan
0
Sutradara : Ang Lee
Ditayangkan : 12 Nopember 2012
SINOPSIS FILM LIFE OF PI :
Film Life of Pi bercerita tentang kisah petualangan Pi yang sangat menakjubkan. Pi adalah anak pemilik kebun binatang di India. Kemudian keluarganya sepakat untuk menjual semua hewan yang mereka punya dan pindah ke Kanada karena masalah politik dengan menumpang kapal. Namun kemudian kapal tersebut karam di lautan Pasifik, keluarga Pi dan sebagian besar binatang ikut tenggelam. Sedangkan Pi berhasil selamat dan terapung di sebuah rakit kecil bersama zebra, orang utan, hyena dan harimau. Ia pun berjuang untuk bertahan hidup.
Selama hampir delapan bulan, Pi bertahan hidup dengan memancing. Pi berhasil mencapai pantai Meksico dan ditemukan tim penyelamat. Pi pun diwawancarai tentang peristiwa yang dialaminya. Sayangnya, mereka tak mempercayai apa yang ia ceritakan. Pi pun berpikir mereka tidak percaya karena ia mengikutsertakan para binatang.
PLOT CERITA
Seorang pria bernama Pi menceritakan kisah yang terjadi ketika ia berusia 16 tahun. Ketika keluarganya memutuskan untuk memindahkan kebun binatang mereka dari India ke Kanada, Pi menjadi satu-satunya orang yang selamat dari karamnya kapal kargo yang mereka tumpangi.
Di atas sekoci, ia bersama hewan lainnya yang selamat, seekor zebra yang mengalami patah kaki, seekor hyena, orangutan betina dan Harimau Benggala agresif bernama Richard Parker. Hyena memangsa zebra dan kemudian orangutan. Setelah harimau memangsa hyena, Pi mencoba menangkap ikan untuk ia berikan kepada harimau sebelum ia sendiri menjadi santapan.
Ketika petugas dari Departemen Kelautan tidak mempercayai ceritanya, Pi akhirnya mengubah kisahnya. Kali ini, ia mengaku bersekoci dengan ibunya, seorang pelaut dengan kaki yang patah, dan juru masak kapal, yang membunuh si pelaut dan Ibu Pi.
Bagaimana? Tertarik untuk menonton film ini?
Menurut saya, film ini sangat bagus. Dari segi pengambilan gambar, suara. Hingga proses editing yang cukup apik. Juga visual efek yang di tampilkan dalam film ini. Terlepas dari masalah teknis, sekarang kita coba ungkap lebih dalam. Apa yang sebenarnya menarik dalam film ini.
Jujur saja, saya baru satu kali menonton film ini. Dan selama pertunjukan film berlangsung, saya seperti tidak berada dalam gedung bioskop. Tapi seperti ikut merasakan apa yang terjadi dalam film itu.
Pernah terbayang oleh kalian, ketika sedang terdampar di tengah lautan luas. Hanya bermodalkan kapal penyalamat yang kecil (sekoci) dan di temani oleh seekor macan yang cukup buas. Pasti sulit untuk membayangkan hal tersebut bukan. Dan yang lebih mengerikan lagi, anda harus menahan lapar selama berhari-hari lamanya. Menahan rasa haus yang cukup dahaga setiap waktu. Saya berpikir, tidak ada yang sanggup untuk hidup dalam kondisi dan situasi yang cukup "gila" itu.
Namun di dalam film Life Of Pi, semua seperti tidak ada yang tidak mungkin. Selama berhari-hari Pi harus berkutat dalam situasi seperti itu. Pasca kapal besar yang ia tumpangi bersama keluarganya terbalik, karena badai yang begitu dahsyat. Beruntung bagi Pi ia masih bisa selamat, walau pun Ayah, Ibu. Dan saudaranya tidak bisa selamat. Pi pun sangat tidak merasa senang ketika menyadari dirinya telah selamat, karena disisi lain ia tidak bisa menyelamatkan hidup orang-orang yang sangat penting dalam hidupnya. Tidak cukup sampai disitu, penderitaan Pi harus bertambah ketika tak ada satu pun orang yang menyelamatkan dirinya. Dan ia harus berjuang hidup di tengah lautan yang begitu luas. Hanya ditemani beberapa sisa hewan yang masih hidup dari kebun binatang milik keluarganya, salah satunya adalah macan bengali yang bernama Richard Parker. Cukup buas dan menakutkan awalnya bagi Pi, tapi hal itu tidak berlangsung lama. Ia hanya butuh waktu beberapa hari untuk menguasai dan menjinakkan macan tersebut.
Selama berhari-hari itu pula Pi harus tetap berpikir dan berdoa, juga sesekali menyalahkan diri atas kejadian tersebut. Perlahan Pi mulai menemukan jalan dalam kebuntuan tesebut, mulai menemukan semangat untuk tetap hidup dan bertahan.
Pi adalah sosok yang jenius, dalam kekacauan itu. Ia tahu apa yang mesti ia lakukan, terus berusaha dan berjuang adalah hal yang selalu di lakukan oleh Pi. Sekecil apa pun kesempatan yang ia dapatkan untuk keluar dalam masalah tersebut, Pi tetap mengambilnya. Tidak jarang Pi merasakan lelah terhadap apa yang telah ia lakukan, dan merasa frustasi. Putus asa dan kecewa sudah pasti menghantui didalam benak seorang Pi, bagaimana tidak. Pi seperti merasa telah di buang oleh Tuhan, seperti di tampar dengan keras. Lebih keras dari tamparan ombak besar, yang setiap hari ia rasakan ketika sedang terjadi badai di lautan.
Walau pun Pi berada di tengah lautan yang begitu luas, ruang untuk dia bergerak hanya seukuran kapal yang begitu kecil. Tapi ia masih punya ruang pemikiran yang begitu luas, lebih luas dari lautan tersebut.
Jika kita mau masuk lebih dalam, kedalam cerita ini. Sesungguhnya kisah ini lebih kepada "perjalanan" spiritual seorang Pi kepada Tuhan. Ia benar-benar merasakan bahwa Tuhan itu ada, dan Tuhan telah mengajarkan banyak hal kepadanya.
Berikut ulasan yang telalu singkat dari saya tentang Film Life Of pi. Ada baiknya kalian menonton film tesebut, lalu berbagi pengalaman setelah menonton filmnya. Satu hal yang bisa saya pelajari, yaitu tentang bagaimana kita tahu bahwa Tuhan benar-benar bersama kita, bila kita tidak berada dalam situasi yang sulit seperti itu.
Life of PI
Label:
Film India
Jumat, 15 Mei 2015
Sutradara : Ang Lee
Ditayangkan : 12 Nopember 2012
SINOPSIS FILM LIFE OF PI :
Film Life of Pi bercerita tentang kisah petualangan Pi yang sangat menakjubkan. Pi adalah anak pemilik kebun binatang di India. Kemudian keluarganya sepakat untuk menjual semua hewan yang mereka punya dan pindah ke Kanada karena masalah politik dengan menumpang kapal. Namun kemudian kapal tersebut karam di lautan Pasifik, keluarga Pi dan sebagian besar binatang ikut tenggelam. Sedangkan Pi berhasil selamat dan terapung di sebuah rakit kecil bersama zebra, orang utan, hyena dan harimau. Ia pun berjuang untuk bertahan hidup.
Selama hampir delapan bulan, Pi bertahan hidup dengan memancing. Pi berhasil mencapai pantai Meksico dan ditemukan tim penyelamat. Pi pun diwawancarai tentang peristiwa yang dialaminya. Sayangnya, mereka tak mempercayai apa yang ia ceritakan. Pi pun berpikir mereka tidak percaya karena ia mengikutsertakan para binatang.
PLOT CERITA
Seorang pria bernama Pi menceritakan kisah yang terjadi ketika ia berusia 16 tahun. Ketika keluarganya memutuskan untuk memindahkan kebun binatang mereka dari India ke Kanada, Pi menjadi satu-satunya orang yang selamat dari karamnya kapal kargo yang mereka tumpangi.
Di atas sekoci, ia bersama hewan lainnya yang selamat, seekor zebra yang mengalami patah kaki, seekor hyena, orangutan betina dan Harimau Benggala agresif bernama Richard Parker. Hyena memangsa zebra dan kemudian orangutan. Setelah harimau memangsa hyena, Pi mencoba menangkap ikan untuk ia berikan kepada harimau sebelum ia sendiri menjadi santapan.
Ketika petugas dari Departemen Kelautan tidak mempercayai ceritanya, Pi akhirnya mengubah kisahnya. Kali ini, ia mengaku bersekoci dengan ibunya, seorang pelaut dengan kaki yang patah, dan juru masak kapal, yang membunuh si pelaut dan Ibu Pi.
Bagaimana? Tertarik untuk menonton film ini?
Menurut saya, film ini sangat bagus. Dari segi pengambilan gambar, suara. Hingga proses editing yang cukup apik. Juga visual efek yang di tampilkan dalam film ini. Terlepas dari masalah teknis, sekarang kita coba ungkap lebih dalam. Apa yang sebenarnya menarik dalam film ini.
Jujur saja, saya baru satu kali menonton film ini. Dan selama pertunjukan film berlangsung, saya seperti tidak berada dalam gedung bioskop. Tapi seperti ikut merasakan apa yang terjadi dalam film itu.
Pernah terbayang oleh kalian, ketika sedang terdampar di tengah lautan luas. Hanya bermodalkan kapal penyalamat yang kecil (sekoci) dan di temani oleh seekor macan yang cukup buas. Pasti sulit untuk membayangkan hal tersebut bukan. Dan yang lebih mengerikan lagi, anda harus menahan lapar selama berhari-hari lamanya. Menahan rasa haus yang cukup dahaga setiap waktu. Saya berpikir, tidak ada yang sanggup untuk hidup dalam kondisi dan situasi yang cukup "gila" itu.
Namun di dalam film Life Of Pi, semua seperti tidak ada yang tidak mungkin. Selama berhari-hari Pi harus berkutat dalam situasi seperti itu. Pasca kapal besar yang ia tumpangi bersama keluarganya terbalik, karena badai yang begitu dahsyat. Beruntung bagi Pi ia masih bisa selamat, walau pun Ayah, Ibu. Dan saudaranya tidak bisa selamat. Pi pun sangat tidak merasa senang ketika menyadari dirinya telah selamat, karena disisi lain ia tidak bisa menyelamatkan hidup orang-orang yang sangat penting dalam hidupnya. Tidak cukup sampai disitu, penderitaan Pi harus bertambah ketika tak ada satu pun orang yang menyelamatkan dirinya. Dan ia harus berjuang hidup di tengah lautan yang begitu luas. Hanya ditemani beberapa sisa hewan yang masih hidup dari kebun binatang milik keluarganya, salah satunya adalah macan bengali yang bernama Richard Parker. Cukup buas dan menakutkan awalnya bagi Pi, tapi hal itu tidak berlangsung lama. Ia hanya butuh waktu beberapa hari untuk menguasai dan menjinakkan macan tersebut.
Selama berhari-hari itu pula Pi harus tetap berpikir dan berdoa, juga sesekali menyalahkan diri atas kejadian tersebut. Perlahan Pi mulai menemukan jalan dalam kebuntuan tesebut, mulai menemukan semangat untuk tetap hidup dan bertahan.
Pi adalah sosok yang jenius, dalam kekacauan itu. Ia tahu apa yang mesti ia lakukan, terus berusaha dan berjuang adalah hal yang selalu di lakukan oleh Pi. Sekecil apa pun kesempatan yang ia dapatkan untuk keluar dalam masalah tersebut, Pi tetap mengambilnya. Tidak jarang Pi merasakan lelah terhadap apa yang telah ia lakukan, dan merasa frustasi. Putus asa dan kecewa sudah pasti menghantui didalam benak seorang Pi, bagaimana tidak. Pi seperti merasa telah di buang oleh Tuhan, seperti di tampar dengan keras. Lebih keras dari tamparan ombak besar, yang setiap hari ia rasakan ketika sedang terjadi badai di lautan.
Walau pun Pi berada di tengah lautan yang begitu luas, ruang untuk dia bergerak hanya seukuran kapal yang begitu kecil. Tapi ia masih punya ruang pemikiran yang begitu luas, lebih luas dari lautan tersebut.
Jika kita mau masuk lebih dalam, kedalam cerita ini. Sesungguhnya kisah ini lebih kepada "perjalanan" spiritual seorang Pi kepada Tuhan. Ia benar-benar merasakan bahwa Tuhan itu ada, dan Tuhan telah mengajarkan banyak hal kepadanya.
Berikut ulasan yang telalu singkat dari saya tentang Film Life Of pi. Ada baiknya kalian menonton film tesebut, lalu berbagi pengalaman setelah menonton filmnya. Satu hal yang bisa saya pelajari, yaitu tentang bagaimana kita tahu bahwa Tuhan benar-benar bersama kita, bila kita tidak berada dalam situasi yang sulit seperti itu.
Langganan:
Komentar (Atom)
Optimis
Mata Dewa
Mata Dewa by Iwan Fals
Popular Posts
-
James Bond 007 merupakan karakter fiksi yang diciptakan tahun 1953 oleh penulis Inggris bernama Ian Fleming, yang kemudian muncul dalam...
-
Skyfall adalah film mata-mata kedua puluh tiga di seri James Bond produksi EON Productions bersama MGM, Columbia Pictures dan Sony Pictu...
-
Thunderball (1995) adalah film ke 4 dari seri James Bond yang dibintangi oleh Sean Connery. Film ini mengisahkan dua bom atom milik Nat...
-
SETELAH kelamaan berlibur di Karibia, Johnny Depp akhirnya kembali bermain serius. Kali ini di Black Mass, yang diangkat dari kisah nya...
-
The Man with the Golden Gun merupakan film James Bond ke-9 yang dirilis tahun 1974. Film ini merupakan film kedua bagi Roger Moore sebag...
-
Judul : The Intern Sutradara : Comedy Skenario : Nancy Meyers Pro duksi : Warner Bros. Pictures Pemain : Rob...
-
Sutradara : Ang Lee Ditayangkan : 12 Nopember 2012 SINOPSIS FILM LIFE OF PI : Film Life of Pi bercerita tentang kisah petualangan P...
-
Judul: Lily Bunga Terakhirku Gendre: psycho-thriller Sutradara: Indra Birowo Skenario: Priesnanda Dwi Satria, Ilya Sigma JANG...
-
Film Azumi bercerita tentang sekelompok anak muda yang sejak kecil dididik untuk menjadi pembunuh oleh seorang samurai. Salah satu dari...
Blogroll
About
Diberdayakan oleh Blogger.





.jpg)
